Tugas sebagai polisi, apalagi di korps paramiliter Brigade Mobile, memang penuh tekanan. Berbeda dengan polisi lainnya, Korps Brimob dibebani fungsi untuk mampu menangani situasi darurat. Misalnya menangani kejahatan yang melibatkan senjata api, atau yang dalam menghadapinya dibutuhkan gerak cepat.
Polisi juga manusia, tentu butuh penyaluran akan hasrat seni--yang jelas dimiliki semua manusia. Ingat, seni adalah yang membuat manusia tetap menjadi manusia.
Maka, kita tak perlu bereaksi negatif melihat video yang sedang marak di jejaring sosial kita ini, video yang berisi aksi seorang anggota Korps Brimob (terlihat dari logo di bahu kanan sang petugas) yang menari sambil menirukan sebuah lagu India. Gayanya kocak dan segar. Simak videonya.
Si polisi diketahui bernama Norman Kamaru, berpangkat Brigadir Satu. Juru bicara Polda Gorontalo, Ajun Komisaris Besar Wilson Damanik, Senin (4/4), mengatakan tindakan Norman ternilai tak etis karena dua hal: Norman tengah menggunakan seragam, dan aksinya dilakukan saat tugas. Polisi, kata Wilson, juga akan mengusut bagaimana video itu bisa menyebar di YouTube.
Lagu India yang dinyanyikan Norman itu adalah "Chaiyya Chaiyya", dinyanyikan oleh Sukhwinder Singh dan Sapna Awasthi. Lagu ini muncul di film Dil Se (1998) yang dibintangi Shahrukh Khan dan Malaika Arora. Pengarah musiknya adalah AR Rahman, yang lalu memenangi Oscar pada 2009 lewat aransemen musik dan lagu-lagu di Slumdog Millionaire (2008).
sumber : http://id.berita.yahoo.com/
Kairo (ANTARA/Xinhua-OANA) - Unjuk rasa massal di Mesir yang dimulai pada 25 Januari mengakibatkan 32 personil kepolisian tewas dan 1.079 lainnya serta tentara cedera, Kantor Berita Mesir, MENA, melaporkan pada Senin.
Menurut MENA, sebanyak enam pegawai, 11 personil kepolisian dan 15 calon polisi tewas di lembaga keamanan itu sewaktu unjuk rasa di berbagai penjuru Mesir pada periode lalu.
Sejumlah 342 pegawai, 167 calon polisi dan 570 tentara juga mengalami cedera.
Selain itu sebanyak 99 pos polisi dan enam penjara di penjuru Mesir mengalami kerusakan, kata laporan itu.
Lebih dari 4.500 polisi berunjuk rasa pada Senin di depan kantor Kementerian Dalam Negeri di pusat kota Kairo yang meminta lembaga tersebut untuk menaikkan tunjangan hidup mereka.
Sementara itu lebih dari 300 polisi berseragam melakukan gerak jalan di sejumlah jalan di Kairo yang menginginkan mantan menteri dalam negeri, Habib El Adly diadili atas kekacauan yang terjadi pada 28 Januari.
Pasar penyedia kebutuhan di Mesir yang dipersiapkan untuk dibuka kembali pada Rabu setelah penutupannya pada 27 Januari ditunda pembukaannya karena unjuk rasa pada bidang perbankan.
sumber: http://id.news.yahoo.com

